Kawasan Baru Kalibawang Sebagai Perdesaan Agrowisata Menoreh

Pemerintah Daerah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, bakal segera menetapkan enam kampung di Kecamatan Kalibawang dan Samigaluh sebagai Area Perdesaan Agrowisata Menoreh Terpadu.

Kawasan Baru Kalibawang Sebagai Perdesaan Agrowisata Menoreh
Kawasan Baru Kalibawang Sebagai Perdesaan Agrowisata Menoreh

Kepala Bidang Pemberdayaan Warga Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Kulon Progo Sutrisno di Kulon Progo, Selasa, menyebut enam desa yang bakal dikembangkan yaitu Desa Banjaroyo, Banjararum, Banjarasri, Banjarharjo yang ada di Kecamatan Kalibawang, lalu Kampung Gerbosari dan Sidoarjo di Kecamatan Samigaluh.

Sebelum akhir Desember 2017 dan akan ditandangani bupati. Menurut beliau, pelaksanaan pengembangan Area Perdesaan Agrowisata Menoreh Terpadu mesti didukung lembaga pengelola dengan antardesa. hingga sekarang, prosedur kerja sama dan lembaganya bisa dirumuskan oleh pihaknya belum.

“Lembaga pengelolaan juga wajib dibuat, apakah dibuat tubuh usaha milik kampung (BUMDes) dengan atau lembaga lain, kami belum mempunyai gagasan atau rencana,” ungkapnya.

Selain itu, pengembangan kawasan terbatas pada pihak yang melakukan pembiayaan, apakah dari kampung, kabupaten, provinsi dan pusat. “Saat ini belum ada pembicaraan yang eksklusif untuk itu,” katanya.

Sutrisno mengatakan gagasan awal Kawasan Perdesaan Agrowisata Menoreh Terpadu, berawal dari program Kementerian Kampung Tertinggal dan Transmigrasi tentang wacana pembangunan kawasan perdesaan guna untuk meningkatkan tempat wisata di Jogja. Pada 2016, Kulon Progo menjadi salah satu kabupaten yang didukung dalam program ini.

Selanjutnya, UNS yang ditunjuk sebagai tim teknis di lapangan melakukan survei bareng Bappeda Kulon Progo, dan mencuat enam desa sebagai Area Perdesaan Agrowisata Menoreh Terpadu.

6 desa itu dinilai mempunyai potensi wisata religi, wisata alam dan budaya. Lantaran penanggung jawab pengelola, dokumen perencanaan sudah diserahkan ke Kementerian Desa Tertinggal dan Transmigrasi, tapi dikembalikan

“Saat ini, kami masih melakukan analisa dan melengkapi dokumen,” ungkapnya.

Anggota FPAN DPRD Kulon Progo Muhtarom Asrori mendorong pemkab mengembangkan area perdesaan berbasis potensi lokal dalam rangka percepatan pertumbuhan ekonomi warga. Selain tersebut, dalam rangka menyatukan program antarorganisasi perangkat daerah (OPD).

Tags:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *