Apa itu Perkembangan Emosi?

Setiap orang yang memiliki perasaan, baik itu sedang dalam keadaan sedih, bahagia, rindu, bingung, sedang dalam percintaan hingga marah, pasti akan menunjukkan sebuah emosi yang di buat pada bagian nada suara, raut wajah hingga tindakannya bisa terlihat dalam ilmu psikologi dan fisiologi.

Emosi sendiri dalam kamus besar bahasa Indonesia adalah luapan perasaan yang berkembang dan surut dalam waktu singkat atau keadaan dan reaksi psikologis dan fisiologis seperti misalnya percintaan, kesedihan, keharuan, kecintaan dan kegembiraan. Manusia secara usia pasti akan mengalami perkembangan emosi dari waktu ke waktu  sesuai usianya.

Secara singkat dalam penjelasan di atas bahwa emosi merupakan kondisi kejiwaan manusia. Jadi setiap hari perasaan kita itu adalah kondisi kejiwaan kita yang dalam keadaan tertentu di waktu tertentu dan dapat berubah seiring waktu berjalan.

Kondisi kejiwaan muncul karena perbuatan diri sendiri yang berfikir karena hal ini dan hal itu yang menyebabkan munculnya emosi di dalam kehidupan seseorang.

Misalnya saja dalam percintaan, manusia terutama laki-laki pasti akan berusaha menarik perhatian si wanita agar mendapatkan cintanya, tetapi laki-laki ini selalu di jauhi dan langsung menyimpulkan bahwa wanita ini tidak menyukainya dan sudah mengetahui si laki-laki menyukainya, padahal belum tentu wanita itu tidak menyukainya, karena bisa saja wanita ini tidak ingin berpacaran atau menikah terlebih dahulu sebelum bisa membahagiakan orang tua.

Jadi kesimpulannya, manusia itu sendiri yang membuat pemikiran yang menimbulkan efek emosi seperti sedih, senang, gembira, marah dan lain-lain.

Perkembangan emosi sesuai dengan kondisi fisik kita.

Misalkan jika emosi anak-anak itu selalu senang saat bermain, saat kemauannya di ikuti dan juga sebagainya dan jika anak-anak melakukan kesalahan atau keinginannya tidak di turuti, maka anak akan menunjukkan emosi yang sesuai kondisi di atas.

Setiap orang juga memiliki perbedaan emosi dan tidak semuanya sama persis.

Misalkan saja ada orang yang bernama Fadli, dia baru di tolak oleh seorang wanita, tetapi tak menunjukkan ekspresi sedih atau kecewa dan malah dia terlihat senang karena berfikir positif, berbeda dengan Alex, saat cintanya ditolak oleh seorang wanita, maka dia langsung kecewa dan sedih karena pemikiran negatif yang muncul di benaknya tanpa memikirkan berbagai kemungkinan.

Selain itu, adapun tingkatan-tingkatan pada perkembangan emosi seperti misalnya pertambahnya usia, maka orang itu sudah jarang menangis lagi atau sudah jarang menunjukkan rasa kesedihannya.

Ini membuktikan kalau semakin seseorang dewasa, maka dia bisa mengatur pola pikirannya dan bisa mengendalikan emosinya dengan di bekali akal pikirannya tadi dan bisa lebih berfikir panjang untuk kemungkinan yang ada.

Selain itu, bila orang semakin dewasa, pasti akan mengurangi beberapa emosi misalnya marah dan sedih, karena mereka takut akan terkena penyakit seperti serangan jantung atau hatinya (liver) terkena komplikasi.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *